Postingan

Gapailah Mimpi

Pena bergerak maju, mengoreskan tiap langkah sejarah hidup. Tuhan menentukan dan manusia merencanakan. Manusia pasti memiliki mimpi dan keinginan. Mimpi mempunyai rumah, mimpi sukses dalam berkarir, berpendidikan tinggi, membahagiakan orang tua dan sebagainya. Coretan saya hari ini bertema “Mimpi alias cita-cita”.   Waktu zaman kuliah, saya pernah membuat dream book (buku mimpi) yang dulu menjadi tugas kuliah. Beberapa mimpi pun saya tuliskan ke dalam dream book tersebut. Kunci keberhasilan meraih mimpi dan cita-cita ada pada keyakinan dan kerja keras. Kegagalan pasti akan dilalui, tapi perlunya dorongan untuk tetap bangkit. Tiap orang pasti pernah merasakan pada posisi yang tak diharapkan dalam proses meraih impiannya. Satu hal jangan bersedih, jangan pupus harapan   karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan . Kalimat tersebut menjadi daya positif   yang dapat diulang setiap saat, apabila harapan tak sesuai menghampiri diri kita. Bermimpilah setinggi la...

Detik yang Berputar

Senja diujung kota, melukis indah pesona Hiruk pikuk aktivitas terhenti, merdu terdengar adzan berkumandang. Gerak tertunduk diri ini, dan mata terpejam merasakan lantunan. Getar kalbu melembut, menikmati renung jiwa Detik azdan menggema telah berlalu,  muadzin menyeru iqomah Renung jiwa... Diri ini kecil, rasa malu kepada Sang Pemilik Arasy Dunia menjadi tempat singgah, Dan jiwa ini..menggores deretan dosa yang tercatat dalam kitab malaikat, Ribuan kah atau tak terhingga..entahlah, Gelisah jiwa mengusik.. Tenang masih menjadi harapan, Tiada menyadari pabila lisan terlontar tingkah laku Sengaja ataukah tidak merugikan diri Fana dunia kejar tak berarti, senda gurau menjadi-jadi. Dan   alam akhirat menjadi perjalanan selanjutnya. Hanya Engkau yang Maha Pelindung, Detik yang berlalu tak dapat berputar kembali lagi, dan kuserahkah Kepada-Mu   #ODOP

Cinta Diam

Tiga tahun menahan segala rasa dan hijrahku mengundang kisah yang masih tersirat di memori. “Apakah ini skenario dari-Mu Ya rabb, agar aku terhindar dari perbuatan zina??.” Gelisah ini masih menghantuiku. Ya masa lalu kelam yang tak ingin kembali, lembah cinta sesaat menodai kepercayaan setiaku. Lelaki yang membisikkan kesenangan semu dan sekarang kuputuskan untuk pergi dengan keyakinanku. “Hati ini ternoda Hamdan, tolong jangan usik diriku lagi,” pesan terakhirku padanya. “Apakah kamu, tak sayang lagi padaku Rahma,” lelaki itu mencoba merayuku kembali, setelah ia membohongiku. “Tidak, untuk sekarang dan lepaskan diriku. Itu akan membuatku jauh lebih tenang,” pintaku. Ya Kejadian yang tak kuduga sebelumnya, sudah tertutup masa itu, dan memulai hijrahku dengan harapan baru dari-Mu. Langkah ini berjalan sesuai takdir-Nya, ku percaya Allah swt akan membantu membuka jalan yang benar untuk umat yang ingin berubah.   Alur-Mu untuk diriku semoga menjadi indah pada akhirnya. ...

Hormatilah Mertua

Mertua. Bukan kata   asing lagi di   telinga kita. Khususnya bagi orang yang sudah menikah dan berkeluarga. Janganlah merasa takut, jangan merasa kecil hati. Mertua sama juga dengan orang tua yang sudah melahirkan kita. Apabila ada yang merasa tinggal dengan mertua, tetaplah untuk tersenyum bahagia dengan keluarga. Nikmatilah hidup dengan penuh suka cita. Memang banyak yang merasa canggung dengan mertua, apalagi tinggal dalam satu atap. Mungkin perasaan yang tidak enak, tidak bebas, atau merasa kurang nyaman terkadang terbesit dalam pikiran orang yang sudah menikah. Pasti ada yang pernah mengalami hal ini. Betul tidak.?? Jika menantu baik dengan mertua, maka mertuapun juga akan memperlakukan dengan baik. Nah..mungkin bisa jadi pembelajaran juga bagi orang atau pasangan yang belum menikah untuk mengetahui orang tua dari pasangan masing-masing. Sedikit kisah dari sahabatku dapat memberikan pelajaran dan pandangan yang baik. Santi sahabatku yang baru satu tahun menikah dan...

Tempat Baru

  Mutiara Berkilau di Pelosok Desa  (bagian 2) Tempat Baru  ** Setelah kejadian malam tentang surat, aku bersikeras untuk segera melupakan. Hari tlah berlalu dengan cepat membawa kembali semangat. Titik mendapatkan pekerjaan paruh waktu akhirnya bertemu. Pekerjaan apapun akan aku lakukan yang penting halal, meskipun harus bekerja di toko bangunan. Orang lain mungkin menganggap jika seorang perempuan bekerja di tempat kasar, akan dipandang sebelah mata, ya karena campur dengan besi, semen, keramik, cat, listrik. Tak apa meskipun ada yakinku harus menghilangkan rasa malu. Ingat dan tetap harus ingat ini hanya batu loncatan untuk mencari modal kuliah.  Kamis pagi aku datang dengan sepeda onthel menuju ke tempat kerja. Awal baru dimulai. “Mbk Anisa, kamu saya tempatkan di bagian perlengkapan listrik. Jika tidak tahu, tanya sama mbk dan masnya yang lain,” arah bapak Tri menunjukkan bagian yang akan aku tempati. “Iya pak. Sambil ku pandangi barang-barang ...